"Tunggu ya Mbak, biar saya kejar pencopetnya." tanpa pikir panjang aku segera berlari mengejar sang pencopet. Walau ia sudah lari lebih dulu tapi aku masih lebih unggul soal kecepatan.

Kukerahkan tenagaku pada kaki ini, agar wanita itu tidak kehilangan tasnya, entah kenapa saat aku berlari mengejar, orang lain hanya melihatku dengan tatapan datar dan sedikit bingung, entahlah yang penting aku bisa mendapatkan tas itu kembali.

"Dapat kamu, kembalikan tasnya." segera kuraih tangan pencopet itu dengan paksa dan dengan mata melotot padanya agar memberikan tas yang sedari tadi dipegangnya. "Hey, cepat kasih kalau tidak ... akan saya laporkan ke polisi kamu,"

"PRANK!" beberapa orang berteriak dari belakangku, membuatku bingung tentang apa yang saat ini sedang terjadi. 

"Loh, Mbak? Kok ... di sini?" tanyaku heran setelah melihat wanita yang tadi berteriak malah memberikanku tepuk tangan bersama beberapa orang lainnya.

"Iya, Anda baru saja masuk acara Oops Copeeet," teriak salah seorang diantara mereka menggunakan microfon dan di sebelahnya berdiri temannya sedang merekam kami dengan kameranya.

Ternyata wanita itu hanya membuatku terjebak dalam prank, tidak kusangka niat menolongku malah dijadikan bahan candaan dan tentunya konten Youtube bagi mereka. Mau tidak mau aku harus ikut tersenyum, bagaimanapun ini bukanlah tipuan yang dilakukan oleh Bapak peminta-minta itu kan? 

Setelah sekian lama berbincang dengan para Youtuber itu, aku pun segera merebahkan diri di kasur kamarku, begitu melelahkan memang tapi itulah kenyataannya.

***

Sinar putih tiba-tiba saja membuatku silau dan mencoba membuka mata, kali ini aku menggunakan baju putih. Aneh padahal tadinya sebelum tidur aku tidak mengenakan pakaian ini.

"Kamu sudah bangun?" suara dari cahaya itu kembali terdengar.

cahaya itu kembali menampakkan dirinya di hadapanku, aku masih belum mencerna apa yang saat ini sedang terjadi.

"Maaf, sebenarnya aku di mana ya?" tanyaku heran.
"Waktumu sudah habis, sekarang adalah tes terakhir dariku, ini akan menentukan tempatmu berada,"

Tes terakhir? Itu artinya aku sudah kembali untuk dihakimi lagi, oh sangat tidak disangka hal ini terjadi begitu saja, sebenarnya aku belum siap tapi mau bagaimanapun hal ini tidak dapat kutolak.

"Dari perbuatan terakhirmu, kamu telah menolong seorang wanita yang saat itu sedang dicopet. Walau akhirnya kamu tahu bahwa wanita itu ternyata menjebakmu. Ada satu hal yang ingin kutanyakan," ucap cahaya itu.
"Apa itu?" tanyaku cepat.

"Apa yang kamu rasakan saat ini? Apakah kamu menyesal telah menolong wanita itu? Atau ikhlas dan berlapang dada?"

Aku terdiam, memikirkan jawaban dari semua hal yang baru saja kualami, aku berpikir cukup lama dan mulai menjawab.