"Saya ... ikhlas, bagaimanapun kebaikan tetaplah menjadi kebaikan. Walau saya ditipu, tapi yang terpenting dari itu semua adalah niat awal kita. Apapun itu, saya ikhlas menjalaninya," jawabku mantap.
"Berbahagialah wahai manusia, tempatmu berada pada surga tertinggi, keikhlasanmu telah menyelamatkan dirimu dari api neraka, karena hati yang kotor tidak dapat masuk ke dalam surga yang suci, silakan masuk dan nikmati keindahannya," ucap cahaya itu.
Kemudian semuanya kembali menjadi putih, aku berada di tempat yang sangat indah, tidak bisa diucapkan oleh kata-kata dan tidak pernah terlihat oleh mata, betapa bahagianya diriku, ternyata usahaku tidaklah sia-sia, walau aku masih tidak percaya bisa masuk ke tempat terindah ini tapi aku sangat bersyukur.
***
Aku meminta izin untuk melihat keadaan dunia setelah kutinggalkan, aku melihat dari langit sini kedua orang tua dan adikku menangisiku di depan pusara tempat tubuhku beristirahat untuk yang terakhir kalinya.
Ingin rasanya kupeluk mereka, mendekap lama dan memberitahu bahwa aku sudah baik-baik saja. Namun raga ini sudah tiada hanya kenangan yang kutinggalkan untuk mereka, walau aku tidak bisa menghadiri kelulusan adikku tercinta, tapi aku tetap senang masih bisa melihat mereka dari atas sini.
Fin
0 Komentar