"Maaf ya Mbak, saya sibuk." segera kutarik tanganku dari wanita itu dan beranjak pergi dari tempat dudukku meninggalkannya yang mulai menggaruk-garuk kepalanya, mungkin bingung melihat reaksiku.

Hal seperti ini pastinya jarang terjadi dalam taman, memangnya aku bodoh, sedari tadi sudah ada dua satpam berjaga-jaga di sekitaran taman dan gerbang, tidak mungkin pencopet bisa dengan mudah melancarkan aksinya, apalagi di sini banyak cctv yang tentunya dapat menangkap gambar wajah aslinya.

Lebih bodohnya lagi, pencopet itu tidak mengenakan topeng atau helm untuk menutupi wajahnya. Pasti mereka Youtuber prank yang mengincar orang-orang hanya untuk kontennya.

Dugaanku memang benar, dari kejauhan aku melihat orang lain yang mengejar dan mendapatkan pencopet itu sedang dikerumuni oleh orang-orang dengan kaus yang seragam, tentunya itu kru yang merekam mereka. Aku hanya tertawa kecil melihat kejadian ini.

Setelah puas bersantai di taman, aku segera merebahkan diri ke kasur kamarku, mencoba tidur dan melihat hari esok. Begitu pikirku.

***

Sinar putih tiba-tiba saja membuatku silau dan mencoba membuka mata, kali ini aku menggunakan baju putih. Aneh padahal tadinya sebelum tidur aku tidak mengenakan pakaian ini.

"Kamu sudah bangun?" suara dari cahaya itu kembali terdengar.

cahaya itu kembali menampakkan dirinya di hadapanku, aku masih belum mencerna apa yang saat ini sedang terjadi.

"Maaf, sebenarnya aku di mana ya?" tanyaku heran.
"Waktumu sudah habis, sekarang adalah tes terakhir dariku, ini akan menentukan tempatmu berada,"

Tes terakhir? Itu artinya aku sudah kembali untuk dihakimi lagi, oh sangat tidak disangka hal ini terjadi begitu saja, sebenarnya aku belum siap tapi mau bagaimanapun hal ini tidak dapat kutolak.

"Dari perbuatan terakhirmu, kamu memilih untuk tidak menolong seorang wanita yang saat itu sedang dicopet. Dan pada akhirnya kamu tahu bahwa wanita itu ternyata menjebakmu. Ada satu hal yang ingin kutanyakan," ucap cahaya itu.
"Apa itu?" tanyaku cepat.

"Apa kamu bersedia ditempatkan dalam neraka? Karena tidak melakukan perbuatan baik,"

Aku terkejut, tidak kusangka ternyata ini dampak dari perbuatanku yang memutuskan untuk menolak menolong wanita itu. Tapi bagaimanapun aku harus menjawab.