"Hufft ... baiklah, saya ikhlas. Memang pada kenyataannya saya tidak melakukan perbuatan baik, itu semata-mata saya lakukan hanya untuk memastikan perbuatan baik saya tidak dilakukan pada orang yang keliru," aku menjawab dengan tertunduk, tiada lagi kesempatan bagiku untuk merasakan keindahan surga.

"Baiklah, inilah tempatmu," ucap cahaya itu.

Aku terkejut bukan main, bukan neraka yang dihadapkan padaku melainkan surga yang indah. "Maaf, kenapa aku diperlihatkan surga ya? Bukannya aku harusnya masuk neraka?"

"Iya, karena kamu dengan ikhlas menerima apa yang menjadi keputusan akhir, aku memberikan ini sebagai ganti keikhlasanmu, silakan nikmati surga ini walau ini adalah surga terendah,"

Aku benar-benar bersyukur, ternyata keihklasan adalah segalanya di sini, aku tidak menyangka bisa masuk kedalamnya. Setidaknya aku tidak abadi di dalam neraka sana.

***

Aku meminta izin untuk melihat keadaan dunia setelah kutinggalkan, aku melihat dari langit sini kedua orang tua dan adikku menangisiku di depan pusara tempat tubuhku beristirahat untuk yang terakhir kalinya. 

Ingin rasanya kupeluk mereka, mendekap lama dan memberitahu bahwa aku sudah baik-baik saja. Namun raga ini sudah tiada hanya kenangan yang kutinggalkan untuk mereka, walau aku tidak bisa menghadiri kelulusan adikku tercinta, tapi aku tetap senang masih bisa melihat mereka dari atas sini. 


Fin